Sekedar Akibat atau Kehendak

Sudah lama
kuajak kau bicara,
Sekedar lewat telponmu.
Kini kuberikan padamu
resep-resep itu
secara tertulis bagimu.

Saya juga tahu sungguh,
kau tak selalu terbantu
dengan kata-kata indah tidak perlu.
Namun kuterbitkan juga terkadang,
kau terlalu menggoda, periang.

Selalu kunasehatkan yang sama,
kepada yang kadang meminta kadang tidak,
Kadang hanya lewat, atau penat.
Dengan lagak seorang pujangga
yang menabur di angkasa
tanpa tahu benih jatuh di mana,
benih yang selalu sama
yang sesungguhnya diperolehnya
dari sumber lain di mana.

Sesungguhnya saya orang kecil,
yang bagaikan si aneh dungu dan kerdil,
menyepaki pujaan dunia modern kini,
mengganggu kau yang duduk menonton televisi,
kau yang menikmati santapan bermutu tinggi,
kau yang sibuk belajar, kerja pulang pergi,
dengan pertanyaan bodoh soal hati.

Namun saya tahu pasti,
Apabila merasa letih,
dan tak tahu apa penyebab yang inti,
sepatah katamu bisa punya arti,
bagaikan perut lapar bertemu nasi,
bagaikan pohon tua kering terhujani.

Tidak tahu apa yang salah dengan otakku,
yang tidak pernah menyesal telah bertemu.
Di sana, bulan berbisik kepada langit malu-malu,
Membisikkan tentang sebab akibat sinarmu,

Jika hukum sebab akibat adalah kepastian, lantas
adakah kehendak bebas?

Posted from WordPress for Android

~ by S T E on June 14, 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: