Anak-anak Harus Sabar

Pernahkah kau merasakan, bahwa anak-anak terheran-heran melihat kepicikan bodoh orang dewasa?

Kalau orang dewasa ngobrol, yang diomongkan kebanyakan soal angka. Kalau mereka berkenalan dengan orang, pertanyaan yang timbul adalah tentang miliknya, berapa penghasilannya, berapa ijazahnya, siapa koneksinya. Kalau bicara soal rumah, yang dicelotehkan ialah ”harganya ratusan juta rupiah”, supaya mendapatkan gambaran. Supaya mereka tahu rumah macam bagaimana yang dibicarakan.

Kalau kau bicara dengan anak-anak soal seorang teman, mereka bertanya, ”Apakah dia pengumpul kupu-kupu? Apakah dia pandai bersiul? Apakah dia bisa diajak bermain?” Kalau berbicara soal rumah, mereka ingin tahu apa warnanya, apa ada bunga di pekarangannya. Mereka bertanya, ”Adakah anjing di depan pintu gerbangnya? Apakah di dalamnya ada tempat bermain?’’

Apapun yang disentuh anak-anak mempunyai kesegaran dan terasa begitu wajar, penuh warna dan kehangatan. Orang dewasa tak bisa mengerti. Memang begitulah, orang dewasa bicara soal penghasilan dan selalu memikirkan uang.

”Oleh karena itu, anak-anak harus sabar bila menghadapi orang dewasa,”

image

~ by S T E on April 27, 2014.

2 Responses to “Anak-anak Harus Sabar”

  1. hmmm…saya juga masih berusaha sabar klo brurusan ma dkau koq Yo…! alhamdulillah sampe saat ni nggak kaget ma klakuan dkau yg dmikian ntu… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: