Kontemplasi Malam

Selamat datang kembali di dunia monolog kontemplatif, yaitu dunia menyendiri, dan refleksi diri. Dan kontemplasi malam ini, saya ingin kembali membedah, merogoh serta membuka pengertian tentang ”Kebahagiaan”. Sudah seperempat abad lebih saya hidup, dan kata bahagia ini adalah yang paling sering dilontarkan, didamba-dambakan oleh semua dan setiap makhluk yang masih satu spesies dengan saya, Homo sapiens. Kebahagiaan layaknya seperti pita garis finish dari sebuah perlombaan lari, atau seupil daging dari biji Kuaci yang susah dibuka (saya nggak suka Kuaci), atau seonggok daging buah durian yang didapat dengan membuka kulitnya yang berduri dan cukup keras itu (saya juga sama sekali tidak suka durian, wah semakin ngaco). Jadi, apakah kebahagiaan itu adalah sebuah pencapaian?

Sebelum tanya kepada Tuhan tentang arti kebahagiaan, bertanyalah kepada Google terlebih dahulu, dan Google akan memberikan jawaban dengan caranya sendiri. Nah, ini jawaban yang saya temukan :

The main difference between happy and unhappy people is that happy people mostly evaluate their own behavior and constantly attempt to improve what they do. Unhappy people, on the other hand, mostly evaluate the behavior of others and spend their time criticizing, complaining and judging in an attempt to coerce them into “improving” what they do. (William Glasser, The Quality School, pg. 180).

Ternyata perbedaan antara orang yang bahagia dan yang tidak bahagia adalah pada kemampuan mengevaluasi dan mengembangkan diri. Bahwa orang akan bahagia jika ia senantiasa mengasah dirinya menjadi lebih baik lagi setiap harinya. Dan orang akan tidak bahagia kalau melulu ngurusin, ngrasanin, mengkritik memprotes dan menghakimi orang lain, demi memuaskan ego bahwa dirinyalah pusat dunia, dan orang lain seharusnya berlaku dan berbuat sesuai keinginannya.

Ternyata itu saja. Dan saya merasakan sendiri. Saya tidak merasa bahagia ketika sibuk melihat aib dan kekurangan orang lain. Jika aib tak nampak, saya mengaisnya agar muncul ke permukaan. Ada 1001 macam pembenaran untuk mengkritisi dan menghakimi orang lain, atas nama perbaikan, atas nama idealisme, atas nama ideologi. Dan apakah sikap ini membahagiakan? Toh ternyata tidak.

Kutipan di atas, setidaknya untuk sementara menyadarkan saya, untuk bisa lebih memperbaiki diri, sebelum menuding orang lain dan menyuruhnya menjadi sesuai apa yang kita inginkan (www.amed.wordpress.com, 2009).

“ketika kau menuding seseorang, lihatlah, ada tiga jemari yang sedang menunjuk ke dirimu sendiri.”

Akhirnya saya simpulkan, bahwa kebahagiaan bukanlah sebuah pencapaian, tapi sebuah proses, sebuah proses untuk selalu bersyukur dan kemudian untuk selalu mengembangkan diri. Kebahagiaan tidak perlu ditunggu, tapi dirasakan, segera. Ukuran kebahagiaan setiap individu dari spesies Homo sapiens itu berbeda-beda, tapi Tuhan akan menyamakannya jika manusia mau bersyukur, segera.

Kebahagiaan bukanlah hanya di akhir, happy ending. Karena happy ending hanya ada di sinetron. jadi tunggu apalagi?

–Tulisan saya sedikit menggantung memang, karena Homo sapiens yang satu ini sudah mulai mengantuk…

Salam Monolog Kontemplatif,

20112011, 02.30 WIB

Referensi : http://www.amed.wordpress.com
image

Posted from WordPress for Android

~ by S T E on November 20, 2011.

4 Responses to “Kontemplasi Malam”

  1. Ternyata tambah satu keahlianmu, menulis…be a good writer is will be fun…just keep try…

  2. wlo ngantuk tnyta ttep usaha.y nggak sparo2 buat nulis, mpe gugling sgla…
    mantabz…

    want to happy, be someone that full of ego, the absolute.
    it’s a choice…

    e.g. wong edhan qi bahagia2 ja (paling nggak kliatannya bgtu…) ^^

  3. edan po…

    jadi, sebenarnya bahagia itu tidak perlu menunggu waktu. Tidak harus mengikuti kata-kata om super. Tidak selalu ketika pas harapan terkabul. Tidak harus pas habis buang air besar, ini kelegaan besar memang. Tidak harus bersama pasangan. Tidak harus ada di akhir. Mbuh lah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: