Semut atau Laba-laba ?

Laba-laba atau Semut? Inilah pertanyaan yang muncul di benak saya ketika saya berjumpa dengan hewan Arachnoidea ini. Rasa ingin tahu ini muncul ketika saya sedang beristirahat siang, saat sedang berada di “Ladang kerja.” Pada saat itu, saya sedang berbaring di atas saung, di bawah pohon mangga yang rindang. Di pohon rindang tersebut, terdapat sarang semut Rangrang, semut yang saya takuti (akibat trauma semasa kecil).

foto:  SE W200i, Stephanus H

Tiba-tiba ada salah satu semut yang melompat ke tangan saya, dan seketika itu pula saya keget terperanjat. Secara reflek, tangan langsung memukul hewan tersebut, dan secara reflek pula hewan tersebut melompat menghindar merespon serangan saya. Saya heran, kenapa semut bisa melompat? dan lebih heran lagi hewan tersebut mengeluarkan benang layaknya laba-laba. Saya penasaran, saya kejar hewan tersebut, kemudian saya amati dengan teliti, Ternyata dia mempunyai 4 pasang kaki, padahal semut (insect) hanya mempunya 3 pasang kaki. Ternyata benar hewan tersebut adalah sejenis Arachnoidea, yang warna, bentuk tubuh, dan ukuran sangat mirip dengan semut Rangrang yang berwarna merah.

Semut Rangrang (Oecophylla smaragdina)

(foto : CANON A480, Stephanus H)

semut atau laba-laba?

foto : kamera ponsel; VGA; SE W200i (kiri)

Anang H. Kurniawan (kanan)

Kalau diperhatikan secara seksama “si peniru” ini, mempunyai perbedaan morfologi yang jelas, yaitu

1. mempunyai 4 pasang kaki (Aracnoidea), semut hanya 3 pasang.

2. 2 mata besar yang jelas berbeda dengan mata semut yang lebih kecil.

3. mempunyai sepasang pedipalpus (capit).

4. kepala dan tubuh menjadi satu (cephalotorax) sedangkan pada semut terpisah.

jenis laba-laba seperti ini disebut ant-mimicking Spider, atau Myrmarachne cf. assimilis mimicking to Oecophylla smaradigna. (weaver ants).

mimicking spider

(sumber gambar: http://delapantungkai.blogspot.com/2010_04_01_archive.html)

kenapa Laba-laba ini berkamuflase seperti semut atau dalam istilah lain disebut perilaku mimicking?

Jawabannya adalah untuk bertahan hidup, laba-laba ini memodifikasi dirinya sedemikian rupa menjadi menyerupai semut, adalah untuk mendapatkan makanan. Makanan dari laba-laba jenis ini adalah telur atau larva semut. Jelas sekali bahwa dengan “kostum” yang sangat menyerupai semut seperti ini, maka dia akan dengan mudahnya mengelabui, menyusup, dan bahkan berada di antara koloni semut. Saya kurang begitu tahu, kenapa hewan seperti semut yang notabene punya sensor pendeteksi yang cukup baik, bisa tertipu dengan hewan satu ini.

Yang jelas hewan ini, adalah seekor pemburu kecil yang sangat ulung sekaligus mematikan. ant-mimicking Spider, atau Myrmarachne cf. assimilis mimicking to Oecophylla smaradigna (weaver ants), memang sungguh mengagumkan.

~ by S T E on July 15, 2010.

4 Responses to “Semut atau Laba-laba ?”

  1. Lage ngerti ak,tak kiro mung iguana ae sing iso brubah2

    • Iguana?
      Bunglon maksudnya?

      Kalau ini sih bukan berubah-ubah, tapi memang dia sudah berevolusi sedemikian rupaa sehingga menyerupai mangsanya, survive…

  2. bahaya nya kalau gigit manusia aapa bro?

  3. ukurannya kecil, seukuran semur Rangrang, nggak berbahaya kok kalau gigit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: