Donor Darah itu Sehat

Tanggal 6 Juni lalu, saya pergi ke Rangkas Bitung untuk jalan-jalan sekalian refreshing di tengah aktivitas kerja yang padat. Rangkas Bitung adalah kota kecil di daerah Serang Banten, daerah di mana saya bekerja. Dari tempat lokasi  kerja, yaitu desa Cemplang-Citeras, perlu waktu perjalanan sekitar 40 menit ditempuh dengan transportasi Angkutan Umum. Meskipun kecil, kota Rangkas Bitung ini cukup menghibur juga, banyak hal-hal baru yang tidak saya temukan di Solo, tempat tinggal saya sebelumnya. Banyak jenis makanan baru, budaya baru, dan pemandangan yang baru pula. Sambil menenteng tas ransel, saya mencoba menjelajahi semua tempat di kota ini, dengan jalan kaki. Karena dengan jalan kaki lah, saya bisa mengamati dan menikmati setiap tempat di sepanjang jalan. Pada suatu waktu, pada saat saya menuju ke lapangan alun-alun kota, saya berhenti sejenak. Saya berhenti karena melihat bangunan hijau, yang ternyata adalah bangunan klinik PMI.  Jadi teringat, sejak hampir 3 bulan yang lalu saya meninggalkan kota Solo, saya belum mendonorkan darah saya, Donor darah saya yang terakhir adalah tanggal 4 april. kebetulan sekali sudah 3 bulan lebih saya belum “setor” darah ke PMI.
Saya jadi teringat, waktu awal diajak untuk mendonorkan darah, saya selalu menolak. Dengan berbagai alasan saya tolak ajakan tersebut, tanya saya “apakah dengan mendonorkan darah, darah saya akan berkurang?”. Padahal dalam hati kecil saya,  sebenarnya saya takut untuk mendonorkan darah, takut jarum suntik, apalagi jarum suntik yang digunakan untuk pengambilan darah cukup besar. Selain kengerian, ada juga pengakuan lain seputar donor darah. Ada yang mengaku malah mengalami kenaikan bobot badan bila berdonor. Ada yang sembuh dari alergi. Bahkan ada yang bilang, jangan hanya sekali berdonor, kalau tak ingin tekanan darahnya naik. Dan pada akhirnya, setelah ajakan ketiga saya memberanikan diri untuk mendonorkan darah saya. Setelah merasakannya sendiri, ternyata tak seburuk yang saya kira dan akhirnya sampai sekarang, donor darah merupakan kebiasaan rutinitas saya setiap 3 bulan sekali.
tranfusi
Banyak anggapan salah seputar donor darah, dari kecanduan hingga bisa menggemukkan badan. Padahal, kegiatan tersebut justru dapat membuat jantung bekerja optimal dan mendeteksi penyakit sejak dini.
Tidak semua orang mau membiarkan darah yang mengalir di tubuhnya berpindah untuk diproses dan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Masih jarang orang yang mengerti pentingnya mendonorkan darah. Untuk mendonorkan darah kepada orang lain, dibutuhkan kerelaan. Pendonor juga harus memiliki tubuh yang sehat dan terbebas dari berbagai jenis penyakit. Beberapa motif yang biasanya melatari orang mendonorkan darahnya antara lain misi sosial atau menolong keluarga. Dari motif-motif tersebut, pendonor terbaik adalah mereka yang menyumbangkan darahnya secara rutin dan berkesinambungan secara sukarela yaitu sekali dalam tiga bulan.Dari sudut medis tindakan menyumbang darah merupakan kebiasaan baik bagi kesehatan pendonor. Salah satunya, dengan berdonor darah secara teratur berarti Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur pula. Karena memang sebelum mendonorkan darah orang harus lebih dulu diperiksa kesehatannya secara lengkap. Banyak penyakit yang terkadang tidak bergejala, seperti tekanan darah tinggi ditemukan secara tidak sengaja dalam pemeriksaan rutin, yakni dalam selang waktu minimal 56 hari sekali. Jadi, tidak benar bila dikatakan sekali mendonorkan darah kita harus terus-terusan menjadi donor agar tidak terjadi hipertensi (tekanan darah tinggi). Yang benar, itu tadi, bila dilakukan secara teratur, kesehatan kita akan diperiksa secara teratur pula melalui pemeriksaan sebelum berdonor.
Keuntungan lain mendonorkan darah, jika dilakukan dengan rutin, antara lain membuat jantung bekerja lebih baik, karena darah yang dipompa adalah darah yang bersih. “Untuk kesehatan jantung memang efek yang ditimbulkan tidak langsung namun bertahap. Karena jika darah yang mengalir pada tubuh adalah darah yang sehat, jantung juga akan sehat secara otomatis,” kata Kepala Unit Transfusi Darah Daerah Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta Dr Ismet Sanusi.Manfaat lain yang dipetik oleh pendonor sukarela ialah mengetahui bahwa dirinya sehat. “Orang-orang yang darahnya bisa digunakan adalah mereka yang benar-benar sehat,” terang Ismet.

Dia menuturkan, setiap kali menerima darah dari para pendonor, maka PMI melakukan proses pengolahan darah yang terdiri atas screening atau pemeriksaan darah dan konfirmasi golongan darah. Kemudian dilakukan uji saring darah yang berfungsi mengetahui kesehatan darah, apakah terbebas dari hepatitis B, hepatitis C, HIV/AIDS, dan sifilis.

Setelah proses uji saring selesai, dilakukan uji cocok serasi yaitu percobaan percampuran darah donor dengan darah pasien (cross matching).

“Darah di PMI dapat dijamin kesehatannya karena telah mengalami beberapa proses uji penyaringan. Pemeriksaan uji saring terhadap infeksi yang menular lewat transfusi darah dilakukan setelah darah diambil dari donor. Sehingga saat ditransfusikan, darah tersebut sudah bebas dari penyakit,” katanya.

Bagi para pendonor yang darahnya tidak sehat, misalnya tercemar sifilis, hepatitis A atau hepatitis C, maka PMI akan mengirimkan sebuah surat yang menerangkan hasil penyaringan yang reaktif pada darah pendonor.

“Pendonor kita sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, setelah surat keterangan sehat dari dokter keluar, baru pendonor tadi akan dipertimbangkan dengan syarat tertentu apakah boleh mendonorkan darah kembali,” tambah Ismet.

Reaksi yang muncul ketika pendonor mendapatkan surat, sangat beragam, seperti berterima kasih karena bisa mengetahui deteksi dini penyakit yang terdapat pada tubuh, hingga ada pula pendonor yang marah-marah karena merasa divonis.

“Itulah bedanya Indonesia dengan Jepang. Di Jepang, orang mendonorkan darah dengan sukarela karena ingin mengetahui kesehatan, mereka jadi sebagai sarana checkup. Sayangnya, lanjut Ismet, kesadaran seperti itu tidak ditemukan di Indonesia. Umumnya, donor darah di Indonesia adalah donor darah sukarela tanpa pamrih sehingga mereka tidak termotivasi hanya karena ingin mengetahui status kesehatannya.

Manfaat melakukan donor darah dirasakan oleh Kabid Administrasi PLH Humas PMI DKI Jakarta Drs Harry Harsono. Dia mulai mendonorkan darah sejak 1976 hingga sekarang. “Setiap kali habis mendonorkan darah, badan terasa lebih segar,” kata Harry yang tercatat telah 108 kali mendonorkan darah. (http://lifestyle.okezone.com).

Selain membantu banyak jiwa, donor darah secara rutin juga memiliki banyak keuntungan bagi pendonor, yaitu membantu menurunkan risiko terkena serangan jantung, mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh, mengurangi kekentalan darah yang akan mengurangi kemungkinan terjadinya penyumbatan pembuluh darah, tubuh kita akan memproduksi darah baru yang akan membawa oksigen ke jaringan tubuh, melancarkan sirkulasi darah yang baik akan meningkatkan metabolisme dan merevitalisasi tubuh. Disarankan, seusai mendonorkan darah, pendonor segera minum minuman berenergi atau makan makanan yang bernutrisi agar badan tidak lemas.

Jadi, jangan segan-segan untuk mendonorkan darah anda. Selain untuk alasan kesehatan, dengan doroh darah kita juga dapat memberikan bantuan kemanusiaan bagi saudara- saudara kita yang sedang membutuhkan darah. Terima kasih PMI Rangkas Bitung.



~ by S T E on November 2, 2009.

2 Responses to “Donor Darah itu Sehat”

  1. oalah sebenernya penting jga ya berdonor darah…selama ini nilai yg identik dr donor darah adalah nilai berbagi pada sesama. soal efek justru menjaga kesehatan tubuh aku tahu tapi tdk detail…thks infonya…kamu cociklah jadi duta donor darah pmi rangkas bitung🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: