Sakit Demam

Mengapa aku cemberut
Kalau aku terlambat
Kalau aku ketinggalan bis
Bila mobil atau sepeda tidak punya…
Dan sesekali mesti berjalan kaki?
Padahal aku tahu:
Tukang becak menggenjot setiap hari
Untuk sekedar mendapat sesuap nasi!

Mengapa aku mengeluh
Bila badan kurang enak sedikit
Dan cemasnya sebukit
Bila ada kerut atau jerawat di kulit
Padahal aku tahu:
Ribuan orang mengidap sakit gawat
Ribuan urang tersiksa dan disiksa amat berat

Mengapa aku merintih
Bila sesekali mesti antri
Berjalan di hujan, berdiri menanti?
Apakah aku tidak ingat sama sekali
Pada mereka yang tak punya kaki atau cacat
Atau terkapar di tempat tidur sendiri
Dan mendambakan dari hari ke hari
Untuk bisa ikut antri,
Berjalan di hujan, berdiri menanti…
Dan kalau aku sedikit terlambat mendapat santapan
Tak boleh aku lupakan ada berjuta orang kurang makan.

Kita ini sungguh menggelikan,
Makhluk bodoh memuakkan
Selalu membuat hidup kita sendiri
Terasa makin berat menekan
Dengan sikap manja kita yang kekanakan.
Padahal seharusnya kita mensyukuri
Berulang kali dari hari ke hari
Karena telah begitu banyak dikaruniai
Tanpa kita berjasa apa-apa sama sekali.

Kita ini sakit demam
Sakit kita dinamakan:
Keakuan Edan!!!

~ by S T E on October 29, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: