Megemas Sampah saat Pendakian

Masalah sampah menjadi persoalan yang sukar diatasi. Sampah rumah tangga dan industri sampai saat ini masih menjadi dilemma bangsa ini untuk mengatasinya.

Mengenai sampah tersebut, kaum penggiat alam terbuka pun tak luput dari persoalan itu. Penggiat alam yang identik dengan Pecinta Alam ternyata menyumbang sampah dari bekas kegiatannya, yang menumpuk dan terbengkalai baik di gunung maupun di tempat-tempat aktifitas lain seperti Gn. Gede Jawa Barat,
begitu besarnya animo masyarakat untuk melihat keagungan Sang Penguasa di ketinggian, masalah sampah bekas para pendaki dan pelancong itu sangat tak sedap dipandang mata.

Membawa sampah-sampah yang kita hasilkan kadangkala cukup merepotkan, apalagi sampah kaleng. Ketika masih berisi dan tentunya berat, dengan sukarela kita membawanya walaupun harus mendaki, namun ketika sudah kosong, dan lebih
ringan, kita enggan membawanya. Alasan memakan tempat dan lain-lain, menambah kemalasan kita untuk membawanya kembali.

Ada sedikit tips untuk para penggiat alam terbuka untuk mengurangi, atausetidaknya tidak menambah sampah dari bekas makanannya yang bisa terdiri dari makanan kaleng ataupun plastik. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

1.Buatlah daftar makanan yang dibutuhkan agar tidak berlebih bahkan kekurangan.

2. Bawalah makanan yang sedikit mungkin meninggalkan sampah baik plastik maupun kaleng.

3. Jangan lupa, masukkan dalam daftar bawaan anda kantong yang cukup besar dan kuat.

4. Jika perjalanan Anda lebih dari 1 hari atau sempat mendirikan beberapa lokasi bermalan, kumpulkan sampah yang dihasilkan dalam kantong agar tidak berserakan dan saat Anda pulang bisa dengan mudah dibawa turun.

5. Jika sampah yang anda hasilkan berupa kaleng, dan tentunya memakan ruang saat dimasukan kantong ataupun ketika dibawa, gepengkan kaleng tersebut sehingga menjadi lembaran-lembaran tipis dan padat.

6. Pisahkan antara sampah plastik atau kaleng dalam kantong yang berbeda agar mudah dan bermanfaat, mana sampah yang bisa didaur ulang dan mana yang tidak bisa. Dengan memisahkan jenis sampah itu, secara tidak langsung kita membantu petugas maupun masyarakat yang mengais hidup dari sampah untuk mereka manfaatkan yang otomatis memberikan ruang penghasilan bagi sesama.

7. Ketika anda turun, bawalah sampah-sampah tersebut turun dan setorkan pada petugas atau kumpulkan di tempat yang disediakan petugas.

Nah, tak rumit dan tak memakan tempat yang besar bukan, jika kita sedikit kreatif memperlakukan sampah yang kita hasilkan sendiri. Memang jika kita membawa sampah tersebut seperti apa adanya untuk Anda yang melakukan perjalanan cukup lama, Anda akan butuh berkantong-kantong untuk mengangkut sampah seperti kaleng. Namun dengan sedikit kreatifitas Anda bisa membuatnya kecil dan praktis untuk Anda bawa kembali. Selamat mencoba

Sumber: Buletin Wanadri Vol.39
M./Galih Donikara

~ by S T E on July 30, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: