Etika menjelajah alam

Leave No Trace

Ketika meningkatnya angka dari orang-orang yang mencari kesenangan dan keindahan akan rekreasi di alam bebas, tanda serta bekas yang kita tinggalkan pada lingkungan dan alam sekitarnyapun akan meningkat. Polusi Air, Sampah dan gangguan kepada tumbuh-tumbuhan, kehidupan rimba dan pengunjung lain, semuanya adalah indikator kebutuhan untuk perlunya dikembangkan suatu etika daratan internasional yang melindungi area alami. Leave No Trace Program adalah Pendidikan yang dirancang untuk memperkecil dampak social dan dampak lingkungan itu dalam area ini dan didasarkan pada prinsip sebagai berikut:

Prinsip Leave No Trace
· Perencanan di muka dan persiapan
· Berkemah dan berpergian di atas permukaan tanah yang tahan dan awet
· Berkemaslah luar dalam (tidak hanya barang di ransel anda saja)
· Buanglah kotoran dengan benar
· Biarkan apa yang anda temukan
· Minimkan penggunakan dan akibat dari api unggun
· Latihlah diri untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan perjalan

Leave No Trace lebih tergantung pada sikap dan kesadaran dibandingkan pada peraturan di atas dan aturan spesifik lainnya. Akibat minimum dari perjalanan dan berkemah harus fleksibel dan serta terpatri dengan pertimbangan dan pengalaman. Keterampilan Leave No Trace Ini adalah dirancang untuk hutan hujan tropis di Amerika Latin. Konsep dasarnya akan berlaku pada hampir semua daerah hutan tropis lainnya, dan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangan petunjuk local Leave No Trace. Variabel seperti jenis lahan, tumbuh-tumbuhan, kehidupan rimba, tanah lapang dan jumlah serta jenis penggunaan suatu area semua hal tersebut perlu untuk dipertimbangkan ketika menentukan tehnik Leave No Trace mana yang akan diterapkan.

Prisip dari Leave No Trace ini direkomendasikan sebagai tutunan untuk meminimalkan bekas-bekas dari kehadiran anda di keindahan serta daerah yang dilindungi di hutan hujan tropik. Perjalanan anda bahkan akan lebih menyenangkan jika anda juga turut serta dalam pemeliharaan daerah liar untuk generasi yang akan datang. Prinsip Leave No Trace ini juga mendukung aturan pemerintah atau non pemerintah setempat dalam hal melindungi daerah yang dilindungi. Temukanlah dan pelajarilah peraturan daerah yang akan dikunjungi sebelum anda memulai perjalanan.

Rencana ke depan dan Persiapan

Disainlah perjalanan anda dengan hati-hati agar cocok dengan tujuan dan tingkat pengetahuan outdoor anda, ini merupakan langkah yang pertama dalam PERSIAPAN. Perjalanan ke hutan tropik yang dipersiapkan dengan cermat akan lebih selamat, menyenangkan dan baik pada lingkungan.

Pilih tujuan atau maksud yang layak.

Walaupun perjalanan anda hanya dengan tour mengemudikan mobil, piknik, berjalan-jalan atau perjalanan multy day ke dalam suatu areal hutan, pikirkanlah tujuannya dan apa yang akan anda dapat dari perjalanan anda serta rencanakanlah. Jika anda menginginkan bersantai dengan cara berjalan-jalan, maka ikutilah jalan setapak yang jelas yang tidak jauh dari jalan serta membawa peralatan yang minimal. Untuk perjalanan backpacking yang lebih advance, bawalah makanan yang cukup, air dan shelter yang harus cukup untuk diri sendiri. Hindarilah perencanaan perjalanan yang over ambisius atau terlalu sulit, sehingga anda mempunyai energy untuk lebih pemeliharaan lingkungan alam di sekitar anda.

Kenal daerah dan apa yang akan dihadapi.

Tanyakanlah pada penduduk setempat mengenai keadaan medannya, cuaca, peraturan dan kehidupan liar yang terdapat didaerah yang akan dikunjungi. Informasi ini akan sangat membantu anda dalam perencanaan rute anda serta juga pakaian, peralatan, air, bahan bakar dan makanan. Petugas PPH atau jagawana juga merupakan sumber informasi yang bagus tentang kebiasaan penduduk setempat. Gunakanlah visitor center atau informasi yang tersedia lainnya. Anda juga bisa menggunakan informasi yang terdapat pada internet.

Dapatkan ijin dan ikuti aturan badan yang berwenang

Badan yang mengelola daerah yang dilindungi bekerja keras menyediakan informasi dan melindungi daerah tersebut. Dengan mengikuti aturan dan anjuran tentang di mana dan bagaimana cara melakukan perjalanan dan berkemah, maka anda secara tidak langsung telah ikut melindungi flora dan fauna pada daerah yang dilindungi ini.

Saat mengunjungi daerah yang dekat dengan daerah yang dimantapkan (contoh Cibodas). Rencanakan untuk menggunakan jalan setapak yang telah ada, shelter, areal camping, dan fasilitas lain. Jaga dampak anda terpusat pada area yang diijinkan. Perkirakan untuk bertemu dengan orang lain dan berbagi area dengan mereka. Perlakukanlah fasilitas seperti shelter hujan dan kakus umum seperti halnya rumah kepunyaan sendiri.

Saat mengunjungi alam bebas (daerah yang agak jauh dari peradaban) Praktekan dengan keras tehnik Leave No Trace. Karena area yang jauh tersebut akan meningkatkan kemampuan anda dalam berpetualang dengan soliter, perjalanan di daerah ini juga lebih memerlukan usaha dan kemampuan. Pada perjalanan multi day backpack atau perjalanan di sungai, tempat mendirikan tenda yang tertentu sangat susah untuk dijumpai dan akan terserah pada anda untuk mendirikan dan merubuhkan areal camping Leave No trace anda.

Kunjungan dalam group kecil.

Dan jika mungkin, selama musim atau hari-hari dimana tingkat kunjungan sedikit. Group kecil akan lebih tenang, lebih personal dan akan tidak begitu terlihat pada orang lain dan binatang liar. Group kecil juga akan mengurangi gangguan pada orang lain yang mungkin sedang mencari kesendirian. Cobalah untuk memperhatikan jumlah group anda dalam perjalanan hiking atau tour alam bebas. Kenali aturan local mengenai jumlah maksimal dalam satu grup sebelum melakukan perjalanan.

Jika anda memilih untuk melakukan perjalanan dalam group yang besar, ada banyak cara untuk mengurangi impact atau akibat dari group anda. Ini juga termasuk dengan cara memisahkan group anda dalam beberapa group kecil. Dan melakukan perjalanan dalam waktu yang berbeda atau rute yang berbeda. Jika akan mendirikan tenda, pilihlah tempat yang cukup luas untuk menampung keseluruhan grup tanpa memperlebar ukuran dari campsites atau membuka areal camp sites baru. Jika cara ini tidak mungkin, pecahlah kelompok jadi beberapa kelompok dan dirikan tenda di tempat terpisah. Jika camping dengan Kelompok yang besar akan lebih mudah mengakomodasinya pada tempat camping yang telah ditentukan dengan fasilitas seperti tempat parkir, wc/kamar mandi dan tempat sampah.

Pilih peralatan dan pakaian yang layak.

Untuk membantu anda untuk tidak meninggalkan jejak (Leave No Trace), bawalah peralatan yang serba guna dan hanya bawa yang benar-benar kamu butuhkan. Kompor camping yang ringan dan portable shelter seperti tenda yang free standing, akan memberikan anda fleksibilitas dalam pemilihan tempat camping yang tidak mudah rusak. Di manapun anda pergi di alam bebas, skop tangan kecil yang untuk berkebun akan sangat berguna untuk menggali lobang guna menguburkan kotoran manusia untuk meminimalkan impact yang terjadi pada lingkungan sekitar.

Tetap nyaman didalam hutan hujan tropis termasuk juga dengan memakai sepatu yang cocok, sepatu boots tahan air dengan sole yang tersambung akan membuat lebih mudah mejaga kaki anda tetap kering. Celana panjang dan baju lengan panjang akan lebih sejuk dipakai dan juga melindungi dari gigitan serangga serta iritasi dari tumbuhan. Untuk perlindungan tambahan terhadap serangga anda juga bisa memakai obat anti serangga pada setiap lipatan, kerah dan permukaan kulit yang terbuka. Kurangi dampak visual anda pada orang lain dengan tidak memakai dan menggunakan pakaian yang tidak sopan.

Bungkus ulang makanan

Jika anda akan menyediakan sendiri makanan untuk perjalanan anda, rencanakan makanan anda dengan hati-hati untuk mengurangi sampah yang akan anda bawa ke alam bebas. Bungkus ulang makanan yang dipacking dengan kotak, botol dan kaleng kedalam kantong isi ulang atau kantong plastik, ini akan mengurangi berat dan tempat. Pada perjalanan di daerah yang jauh bawalah makanan ektra untuk persediaan jika seandainya terjadi cuaca jelek atau keterlambatan lainnya. Pakai ulang atau recycle kantong-kantong yang memungkinkan.

Stay safe.

Dengan memelihara diri sendiri dan group anda saat perjalanan di alam bebas, anda akan berada pada posisi melindungi lingkungan. Berhati-hatilah pada perjalanan anda dan kemampuan camping serta juga kelompok anda, sehingga anda tetap bisa terkontrol. Peliharalah jalan setapak yang anda gunakan jangan potong kompas (memotong jalan setapak yang telah ada), gunakanlah peta dan kompas. Bawalah P3K kit dan kenali cara penggunaannya. Tinggalkan copy dari rencana perjalanan anda pada orang yang anda kenal. TIM SAR kadang kala sangat susah, mahal dan kadang merusak lingkungan alam.

berkemah dan perjalanan di permukaan yang padat.

Didalam hutan-hutan tropis yang subur, jumlah kunjungan kadang bisa mengakibatkan vegetasi hutan jadi rusak, tanahnya jadi belumpur sehingga terjadi erosi. Pembatasan terhadap erosi adalah aspek yang penting dalam Leave No Trace Traveling dan Camping. Dimanapun dan bagaimanapun perjalanan dan camping anda, batasi aktifitas anda mempertahankan permukaan yang bisa mentolerasi pergerakan manusia tanpa terusakan atau terbinasakan. Yaitu dengan melaksanakan kegiatan anda diatas batu atau permukaan yang keras, anda akan lebih menikmati hutan hujan tropik tanpa harus merusak tanaman dan menyebabkan erosi.

Di area populer, yang penggunaanya terkonsentrasi

Area rekreasi dengan jalan setapak, shelter, papan penunjuk jalan, dan WC umum yang sudah tersedia biasanya lebih pupoler dari pada area yang tidak mempunyai fasilitas tersebut. Karena tingkat penggunaan yang tinggi pada area tersebut telah menimbulkan dampak yang disebabkan oleh kegiatan manusia, penggunaan yang berkelanjutan akan sedikit menambah dampak tersebut. Gunakanlah segala bentuk fasilitas yang telah disediakan untuk mengurangi dampak dari kegiatan anda dan juga merupakan perlindungan terhadap kondisi alam disekeliling.

Tetap pada Jalur

Parkir, berjalan atau camping diluar dari tempat yang ditentukan, akan menggangu lahan, vegatasi dan kehidupan liar. Bagaimanapun juga lewatilah daerah genangan dan bebatuan serta berlumpur untuk menghindari jalan setapak menjadi melebar atau terbentuknya jalan setapak yang baru. Berjalan dengan memotong jalan, terutama sekali sewaktu dalam perjalanan pulang akan membuat jalan baru yang membingungkan pengguna lain dan juga akan menyebabkan kerusakan bahkan erosi. Saat mengemudi, di areal jalan tak beraspal, sempit dan berlumpur, usahakan untuk tetap pada bahu jalan yang keras. Hindari bagian yang gembur yang mungkin akan membekas setelah dilewati. Usahakan untuk tidak merusak tumbuhan disekitar pinggiran jalan. Bergeraklah lebih pelan dari pergerakan normal, sehingga anda bisa lebih hati-hati dan juga bisa mengamati kehidupan liar.

Saat hiking, pertimbangkanlah untuk menepi sebagai courtesy untuk hiker lain yang berpapasan, dan usahakan untuk tidak merusak tumbuhan saat menepi dari jalan setapak. Carilah tempat yang keras seperti batu atau permukaan tanah untuk menepi. Jika ini tidak memungkinkan berhentilah ditempat yang agak lebar, sehingga yang lain bisa cukup tempat untuk lewat. Saat camping, berhentilah sedini mungkin sehingga anda punya waktu untuk memilih tempat yang aman, dan cukup kompak untuk mendirikan tenda sebelum malam menjelang. Sampai di campsite lebih cepat juga akan membantu anda untuk memilih tempat lain jika seandainya tempat favorit anda sudah ditempati yang lain.

Pilihlah tempat camping yang telah ditentukan

Boleh juga tempat yang sudah mempunyai shelter, atau tempat camping yang ada pengelolanya atau juga tempat yang terlihat sebagai tempat yang pernah dipakai untuk camping.Lokasi camping yang baik pada umumnya ditemukan permukaan yang kompak seperti permukaan tanah berbatu yang rata, berpasir, kerikil dan lainnya.

Pilih tempat yang cukup lebar untuk menampung grup anda.

Hindari untuk melebarkan dan membersihkan area atau membuat tempat baru, shelter, dapur, dan tempat lalu-lalang harus tetap berada pada area yang telah disediakan atau ditempat lain yang mempunyai permukaan tanah. Sama halnya juga dengan tempat camping resmi, kembalikanlah tempat camping anda tersebut seperti sedia kala seolah-olah tempat tersebut tidak pernah dipakai untuk camping. Kalau bisa lebih natural dari pada saat anda temukan.

Dirikan tenda jauh dari aliran sungai,

Danau dan sumber air lainnya sebisa mungkin untuk melindunginya dari pencemaran dan juga untuk memberikan kesempatan pada kehidupan liar datang untuk minum. Patokan yang baik adalah sekurang-kurangnya anda mendirikan tenda 60 meter dari sumber air. Normalnya dengan langkah orang dewasa jarak ini kira-kira 70 – 80 langkah. Jika permukaan tanah atau vegetasi tidak memungkinkan untuk melakukan ini, pilihlah tempat yang minimal agak berjarak dari sumber air. Waspadalah dengan tempat yang tingkat airnya berubah tiba-tiba atau banjir, tempat camping haruslah bebas dari tanda-tanda bekas aliran air.

Minimalkan perubahan pada camp site anda

Untuk membatasi erosi, sebagai contoh, dengan memilih camp site yang sedikit agak miring atau condong, air tidak akan menggenang selama hujan, Buatlah parit kecil disekeliling tenda anda. Jika anda membersihkan campsite anda dari daun batu dan ranting serta dahan pohon, kembalikan lagi seperti semula sebelum anda pergi, karena semua itu bisa mengurangi impact dari tetesan hujan dan aliran air pada permungkaan tanah. Hammocks merupakan pilihan yang popular sebagai tempat tidur di hutan hujan tropik dan bisa diikatkan diantara dua pohon dibawah rain fly (lembar pelindung hujan). Jaring nyamuk biasanya juga ditambahkan disekeliling tepi dari hammock. Sistem tidur seperti ini sangat berguna saat susah untuk mendapatkan permukaan yang baik dan keras untuk mendirikan tenda. Hommock juga hendaknya hanya digunakan pada pohon yang tidak berlumut, berbunga dan tumbuhan sensitif lain yang tumbuh disekitar batang atau dahan pohon. Gunakan strap yang lebar untuk melindungi batang dan dahan pohon, jangan pernah menggunakan paku sebagai anchors (pengaman).

Perjalanan dan camping anda mungkin akan mengotori tempat camping, jika anda pergi meninggalkan tenda di camp site untuk sesaat, gantunglah makanan dengan terbungkus rapi jauh dari tanah atau jika anda memakai cooler box tutuplah dengan rapat dan beri pemberat diatasnya. Amankan peralatan sehingga tidak akan tertiup oleh angin. Jika anda meninggalkan camp sites, bersihkanlah seperti sediakala, hal ini mungkin juga akan meningkatkan keinginan yang sama pada pengunjung lain untuk membersihkan bekas camp sitesnya juga saat akan meninggalkannya.

Jagan berisik, Radio portable, tape player dan hand phones membawa hubungan langsung dari dunia luar. Banyak pengunjung lain yang akan merasa terganggu oleh suara ini. Suara dan musik yang keras bisa juga menganngu ketenangan kehidupan binatang liar. Jika anda memilih mempergunakan benda-benda diatas, lakukanlah dengan pelan-pelan.

Pemakaian yang menyebar pada area yang masih murni

Pada beberapa area di hutan hujan tropis memungkinakan untuk melakukan perjalanan keluar dari jalan setapak kedaerah yang masih murni seperti area yang tidak pernah tersentuh oleh aktivitas manusia. Daerah tersebut sangat gampang untuk dijamah dan juga merupakan rumah bagi binatang yang sangat sensitive terhadap kehadiaran manusia. Tidak ada tempat untuk kendaraan di daerah murni ini, kegiatan dengan kendaraan 4×4 hendaknya dilakukan hanya dijalan dan trails yang memang sengaja didisain untuk kendaraan. Kunjungan ke area yang masih murni hendaknya hanya jika area tersebut terbuka untuk umum dan hanya jika anda komit terhadap dibutuhkannya tehnik-tehnik Leave No trace. Cobalah untuk melakukan hal-hal berikut ini saat mengunjungi daerah ini:

Jumlah anggota grup terbatas (sedikit saja)

Saat melakukan perjalanan atau camping di area yang masih murni, Jumlah maksimum adalah 4 sampai 6 orang, jumlah ini bagus sekali sebagai peyeimbang antara safety dan low impact

Lakukan perjalanan di permukaaan yang keras

Seperti batu, pasir, kerikil dan daun daun yang jatuh. Cobalah untuk memakai permukaan ini untuk berjalan atau camping sebisa mungkin. Jika tidak ada, pilihlah hal yang tebaik lainnya. Permukaan yang keras adalah tempat dimana anda bisa melangkah tanpa meninggalkan tanda-tanda kehadiran anda yang permanen.

Hidari permukaan yang mudah rusak

Habitat liar yang sangat penting, atau daerah lain yang mana tanda kehadiran anda akan meninggalkan dampak yang permanen terhadap kehidupan liar, tumbuhan, atau permukaan tanah. Lindungi tumbuhan yang mudah rusak atau tumbuhan unik seperti: semaian bibit, lumut dan lainnya. Saat melintasi area yang sukar untuk dihindari, lakukanlah dengan melangkah diatas tumbuhan tersebut atau menyelinap diatara tumbuhan tersebut tanpa merusaknya. Pada daerah yang berlumpur, semua tumbuhan merupakan tumbuhan yang mudah rusak. Tumbuhan membantu menahan humus organik yang jatuh dan mudah terkikis air. Serta akar pohon akan terlihat dan akan lebih mudah rusak saat tanah lumpur terkikis.

Jangan meninggalkan tanda-tanda.

Seperti tumpukan batu, bacokan pada pohon. Ini akan membuat pengunjung lain akan meniru apa yang anda lakukan.

Hindari camping didekat jalan setapak, air atau camper yang lain. Dengan begini anda akan lebih menikmati kesendirian (jika dibutuhkan) lebih menikmati kehidupan liar.

Kurangi dampak di perkemahan.

Perjalanan kecil bolak-balik di area camping merupakan hal yang sering mengakibatkan dampak. Jalan keluarnya adalah memilih permukaan yang keras sebagai jalan akses bolak-balik sehingga kerusakan dapat dikurangi. Kurangi mondar-mandir diareal camp dan buatlah rute pergerakan yang berubah-ubah untuk menghindari kerusakan pada tumbuhan yang mudah rusak. Pakailah sandal yang empuk disekitar camp area, jangan pakai sepatu boot yang bersol keras.

Batasi lamanya anda tinggal.

Meninggalkan tempat camping setelah satu atau dua malam merupakan hal yang sangat bagus dalam hal mengurangi dampak anda dan pastikan tempat camping anda kembali seperti sedia kala.

Hindari pembukaan jalur baru

Jika hutan yang dilewati terlalu lebat dan anda merasa membutuhkan menyela jalan setapak untuk menghindarinya, alangkah lebih baik jika anda berbalik kearah anda datang dan cari rute lain yang memungkinkan. Perjalanan keluar dari jalan setapak di hutan yang lebat dan membuat jalan baru, bukanlah hal aktivitas rekreasi yang bisa dimaafkan pada lokasi hutan lindung dan hendaknya hal tersebut merupakan wewenang pengelola hutan lindung. Navigasi di hutan tropik yang lebat sangatlah susah tanpa kemampuan peta dan kompas yang baik atau tidak kenal baik dengan medannya.

http://www.lnt.com

~ by S T E on July 25, 2008.

One Response to “Etika menjelajah alam”

  1. Mantaffffff …….^_^ thanks infonya………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: