Aku dan Gunung

Gunung bukan Pelarian

Semenjak Mahasiswa ini aku mulai begitu  mencintai gunung, memang aku mulai mendaki gunung sejak kelas 1 SMU, tapi semenjak mahasiswa aku lebih bisa merasakan bagaimana mengenal dan mencintai gunung.
Dengan perlengkapan sederhana dan seadanya, bahkan pinjam sana-sini, dan biaya seadanya (seadanya harus utang…), gunung demi gunung kudaki (meski baru beberapa gunung sih).
Gunung memang menyenangkan, dapat mengobati stres, sejenak menghilangkan rasa penat dan luka di hati atau otak. Lebih dari itu, gunung bukanlah sekedar pelepas stress. Tapi gunung adalah tempat untuk menguji kepribadian dan keteguhan hati sesorang. Di tempat yang jauh dari semua fasilitas dan penuh dengan kesulitan orang mengalami ujian, apakah dia seorang selfish atau orang yang mau memikirkan orang lain. Karena selain kita dituntut bermental yang kuat, kita juga harus mempunyai rasa kepedulian terhadap rekan seperjalanan kita. Perjalanan menuju puncak gunung adalah sebuah sarana interaksi dengan sesama yang sangat baik.
“Kami pergi mendaki gunung bukan untuk menyongsong bahaya atau maut, kami pergi untuk mencari diri kami sendiri…”

~ by S T E on July 25, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: