Harimau Jawa

Harimau Jawa adalah jenis harimau yang hidup di pulau jawa. Harimau ini dinyatakan punah di sekitar tahun 1980-an, akibat perburuan dan perkembangan lahan pertanian yang mengurangi habitat binatang ini secara drastis. Walaupun begitu, ada juga kemungkinan kepunahan ini terjadi di sekitar tahu 1950-an ketika diperkirakan hanya tinggal 25 ekior jenis harimau ini. Terakhir kali ada sinyalemen dari harimau jawa ialah di tahun 1972. Di tahun 1979, ada tanda-tanda bahwa tinggal 3 ekor harimau hidup di pulua Jawa. Walaupun begitu, ada kemungkinan kecil binatang ini belum punah. Di tahun 1990-an ada beberapa laporan tentang keberaadaan hewan ini, walaupun hal ini tidak bisa diverfikasi.

Di akhir abad ke-19, harimau ini masih banyak berkeliaran di pulau Jawa. Di tahun 1940-an, harimau jawa hanya ditemukan di hutan-hutan terpencil. Ada usaha-usaha untuk menyelamatkan harimau ini dengan membuka beberapa taman nasional. Namun, ukuran taman ini terlalu kecil dan mangsa harimau terlalu sedikit. Di tahun 1950-an, ketika populasi harimau Jawa hanya tinggal 25 ekor, kira-kira 13 ekor berada di Taman nasional Ujung Kulon. Sepuluh tahun kemudian angka ini kian menyusut. Di tahun 1972, hanya ada sekitar 7 harimau yang tinggal di Taman Nasional meru Betiri. Walaupun taman nasional ini dilindungi, banyak yang membuka lahan pertanian disitu dan membuat harimau jawa semakin terancam dan kemudian diperkirakan punah di tahun 80-an.

Harimau jawa berukuran kecil dibandingkan jenis-jenis harimau lain. Harimau jantan mempunyai berat 100-141 kg dan tingginya kira-kira 2.43 meter. Betina berbobot legih ringan, yaitu 75-115 kg dan sedikit lebih pendek dari jenis jantan.

Di samping harimau jawa, ada dua jenis harimau yang punah di abad ke-20, yaitu Harimau bali dan Harimau Persia. Secara Biologis, harimau jawa mempunyai hubungan sangat dekat dengan harimau bali. Beberapa ahli biologi bahkan menyatakan bahwa mereka adalah satu spesies. Namun, banyak juga yang membantah pernyataan ini.

Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Famili: Felidae
Genus: Panthera Spesies: P. tigris Subspesies: Panthera tigris sondaica

Analisis Morfometri Harimau jawa berdasarkan Foto tahun 1957 :
1. Panjang tubuh dari kepala sampai dengan pangkal ekor sekitar: 160 – 180 cm.
2. Tinggi bahu jika berdiri sekitar 85 – 100 cm.
3. Lebar tubuh sekitar 45 – 50 cm.
4. Panjang ekor sekitar 85 – 90 cm.
5. Diameter jejak kaki depan sekitar (20 x 20) cm – (23 x 23)cm.
6. Jarak antar dua kuku kaki depan yang berdekatan sekitar 4 – 6 cm.
7. Strip hitam ditubuh tipis dan banyak, ada yang bercabang dan hampir rapat.
8. Moncong hidungnya menyempit dan cenderung memanjang.
9. Coretan loreng di pipi tipis dan renggang.
10. Garis putih dibawah mata sangat lebar.
11. Dahinya agak menonjol, terutama di atas mata.
12. Sidik jidat renggang dan jarang.
13. Pola sidik jidat agak mundur kebelakang dari pertemuan hidung dan kepala diantara dua mata.
14. Surai panjang dan lebat di samping depan bagian bawah daun telinga.
15. Panjang rambut kumis berkisar dari 5 cm – 25 cm.

Ada sejumlah bukti yang menyatakan bahwa harimau Jawa masih eksis. Sekelompok orang yang begitu yakin keberadaan hewan yang dinyatakan punah itu melakukan riset. Apa tujuannya?
Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) sejak 1996 sudah dinyatakan punah dalam rapat Convention on International Trade in Endangered Species di Florida, Amerika Serikat (AS). Tapi ada sebagian orang yang percaya bahwa spesies itu masih eksis sampai hari ini. Peduli Karnivor Jawa (PJK), begitu mereka menamakan dirinya, sejak 1996 melakukan riset di beberapa lokasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Terakhir kami menemukan jejak rambut harimau Jawa di kedua tempat tadi. Akan kami lakukan tes DNA untuk memastikannya,” ujar Didik Rahayono, Koordinator PJK kepada SH di Jakarta baru-baru ini. Menurut lelaki yang sehari-hari bekerja pada Divisi Inovasi Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa Liar Yogyakarta ini, studi keberadaan harimau Jawa lebih difokuskan pada arti spesies tersebut sebagai predator yang menjadi kunci ekosistem hutan di Jawa. “Harimau adalah hewan predator. Jika kondisi predator dalam suatu ekosistem masih bagus, berarti keseluruhan satwa lain juga bagus,” tutur Didik.
Dari studi di sejumlah titik seperti Meru Betiri, Raung, Alas Purwo, Wilis, Wijen, Gunung Slamet dan tempat lain, diperkirakan masih ada antara 15-20 harimau Jawa yang masih hidup.
Jumlah itu bisa saja menyusut kalau habitat mereka berkurang. Tapi kalau ada langkah perbaikan terhadap ekosistem hutan di Jawa, bukan tidak mungkin spesies tersebut bisa bertambah jumlahnya. Didik berpendapat, keyakinan bahwa harimau Jawa sudah punah sudah demikian mengakar, sehingga tidak ada akademisi yang berani melakukan penelitian lebih lanjut.
Sejak 1996, Didik bersama rekannya di PJK telah berhasil menemukan jejak kaki, feses, garutan di pohon dan rambut yang kesemuanya itu mengindikasikan masih adanya satwa endemik Jawa tersebut. Perlu dipahami, bahwa kehadiran spesies di suatu habitat dapat dideteksi berdasarkan bekas aktivitas yang ditinggalkannya, demikian halnya dengan harimau jawa.
Sebagai karnivor, harimau Jawa telah beradaptasi dengan sempurna guna menyembunyikan sosok tubuhnya agar tidak diketahui hewan mangsa. Sehingga tidaklah mudah melihat secara manual sosok harimau Jawa di hutan tropis Jawa, jika kita hanya setahun atau dua tahun mengunjungi habitatnya. Kecuali orang yang kesehariannya benar-benar berinteraksi dengan habitat harimau Jawa.
“Bekas aktivitas harimau Sumatera dan macan tutul di berbagai kebun binatang di Jawa kami jadikan sebagai referensi pembanding. Ukuran besarnya bekas aktivitas yang kami temukan jika melebihi ukuran maksimum macan tutul dan sama atau bahkan lebih besar dari ukuran harimau Sumatera, maka kami klaim sebagai milik harimau Jawa.
Hasil survei kami dari berbagai habitat di Jawa menemukan jejak kaki (28×26 cm), feses berdiameter 7 cm, garutan di pohon (luka tertinggi 252 cm), bahkan rambut harimau Jawa,” papar Didik di website http://www.javantiger.or.id yang sengaja dibuat sebagai kampanye keberadaan harimau Jawa.

Studi
Guna pembanding, Didik dan kawan-kawan menggunakan rambut macan tutul opsetan milik Museum Zoologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Medula rambut harimau Jawa bertipe Intermediate berpola Regularem berbeda strukturnya jika dibandingkan medula rambut macan tutul yang bertipe Discontinue berpola Irregulare. Identifikasi menggunakan Scanning Electron Microscop (SEM) terhadap rambut yang berasal dari garutan baru di pohon.
Dari studi-studi itu, berhasil diketahui bahwa harimau Jawa tidak hanya di TN Meru Betiri, karena mereka juga menemukan rambut harimau Jawa di Jawa Tengah yang berjarak lebih dari 600 kilometer dari habitat terakhirnya. Akhirnya diambil kesimpulan bahwa habitat terakhir harimau Jawa adalah Pulau Jawa, bukan hanya TN Meru Betiri.
Foto harimau Jawa hidup di alam yang beredar secara internasional adalah hasil karya Hoogerwerf tahun 1938 dari Taman Nasional Ujung Kulon. Berbagai sumber publikasi ilmiah menyatakan bahwa harimau Jawa terakhir dibunuh sekitar 1941, setelah tahun tersebut hampir tidak ada laporan tentang pembunuhan satwa kharismatik dan endemik Pulau Jawa ini.
Tetapi hasil investigasi dan penelusuran informasi yang dilakukan oleh Mitra Meru Betiri (MMB) pada tahun 1998 mendapatkan sebuah data tentang foto sosok harimau Jawa terbaru (foto dari tahun 1957). Walaupun satwa tersebut sudah mati ditembak, namun kandungan informasi ilmu pengetahuannya sangat penting karena menjadi bukti ilmiah terbaru -19 tahun lebih muda daripada foto tahun 1938 hasil karya Hoogerwerf.
Foto tahun 1957 itu merupakan satu-satunya bukti ilmiah terkuat tentang besarnya ukuran tubuh yang dapat dicapai harimau Jawa jantan dewasa, karena memberikan informasi terbaru tentang pola loreng dan karakter sidik jidat harimau Jawa secara jelas. Foto tahun 1957 itu merupakan koleksi seorang mantan sinder dari sebuah perkebunan di eks. Karesidenan Besuki Jawa Timur.
Betulkah harimau Jawa masih eksis sampai hari ini? Agaknya tidak penting benar jawabannya. Dari tuturan Didik, yang lebih penting adalah bagaimana menjaga ekosistem hutan di Jawa sekarang ini agar spesies lain tidak senasib dengan harimau Jawa yang diberitakan punah. (merry Magdalena, Sinar Harapan 2003)

About these ads

~ by S T E on August 6, 2008.

34 Responses to “Harimau Jawa”

  1. maju terus bung. jangan sampai kebanggan jawa musnah begitu saja.

    • ya, kebetulan saya penyayang binatang,
      baru bisa membuat postingan tentang Harimau Jawa (dari berbagai sumber)

      terima kasih sudah mam[ir di blog ini,

      salam lestari !

    • Allah SWT masih sayang Harimau Jawa.. Dan, Yakinlah. Harimau Jawa masih ada.. Sekalipun dinyatakan punah sejak 1996: pernyataan tsb tidak benar. Orang atau lembaga Asing bukanlah warga asli tepian hutan yang setiap hari bekerja di hutan yang sering melihat langsung Harimau Jawa masih ada!!!
      Semangat

  2. Siapa bilang Harimau Jawa telah punah? temanku pada tahun 2000 pernah bertemu Hariamau Jawa di Hutan Lebak Barang Kab. Pekalongan waktu induknya sedang mengawasi anaknya…

    ZAKI

    • memang, sampai sekarang hal ini masih diperdebatkan, benarkah harimau Jawa telah punah atau belum?
      Tapi berbagai observasi dan research, bahwa species ini sudah sangat sulit untuk ditemukan, ada yang mengatakan telah melihat Harimau ini di G. Kidul, Wonosari. Ada pula yang menemukan jejak kotoran harimau di Jobolarangan, lereng G. Lawu bagian selatan (PMPA KOMPOS, 2001), harimau atau hanya macan Tutul?, hal ini masih dipertanyakan.

      wah, bagus kalau masih ada yang masih bisa melihat harimau Jawa,
      yang jelas kondisi sp[ecies ini tergolong “species yang terancam punah”.

      Di akhir abad ke-19, harimau ini masih banyak berkeliaran di pulau Jawa. Di tahun 1940-an, harimau jawa hanya ditemukan di hutan-hutan terpencil. Ada usaha-usaha untuk menyelamatkan harimau ini dengan membuka beberapa taman nasional. Namun, ukuran taman ini terlalu kecil dan mangsa harimau terlalu sedikit. Di tahun 1950-an, ketika populasi harimau Jawa hanya tinggal 25 ekor, kira-kira 13 ekor berada di Taman Nasional Ujung Kulon. Sepuluh tahun kemudian angka ini kian menyusut. Di tahun 1972, hanya ada sekitar 7 harimau yang tinggal di Taman Nasional Meru Betiri. Walaupun taman nasional ini dilindungi, banyak yang membuka lahan pertanian disitu dan membuat harimau jawa semakin terancam dan kemudian diperkirakan punah di tahun 80-an. (http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Jawa)

      Sayapun hanya bisa membuat postingan tentang species ini, untuk berbagi ilmu dan wawasan.
      semoga berguna,

      terima kasih,
      salam LESTARi !

      link yang bertautan : http://rumahpengetahuan.web.id/benarkah-harimau-jawa-masih-ada.html

  3. baru2 ini di hutan sekitar kawasan tangkuban perahu juga ada warga yang menginformasikan bahwa ia pernah melihat keberadaan 2 ekor harimau, ketika ia sedang menjaring burung…

  4. perkenalkan, gw: Gemi..
    Gw sangat meyakini bahwa harimau jawa masih ada.. Idul fitri kemarin ( 2009 ), gw dan keluarga ke Magelang. Tepatnya Desa Srembung, 6 km dari Merapi..
    Di desa ini ada penangkaran RUSA. Menurut Koordinator penangkaran RUSA dan Konservasi alam, Mas Agung, kebetulan masih ada hub keluarga.. Harimau Jawa masih ada di lereng merapi dan merbabu.. Saya, pekerja Penangkaran dan warga sekitar pernah beberapa kali melihatnya ( 2007 – 2009 ). Pada saat memeriksa tanggul penahan lahar merapi, dan mencari rumput di lereng merapi.. Salah asatu pekerja penangkaran rusa, Bapak Pur. menjelaskan:
    ” 2 minggu yang lalu saya melihat dari seberang sungai, tepatnya di bawah pohon cemara, ada Harimau Jawa, seukuran anak sapi dewasa. Semula saya tidak yakin dengan apa yang saya lihat barusan, namun setelah saya mendekat, ternyata benar, itu adalah harimau jawa.. ”
    Add Note:
    Teman2 yang yakin akan keberadaan Harimau Jawa, dan memiliki informasi terbatu mengenai Harimau Jawa. Tolong kabarin saya, bisa lewat Email saya : gemi_rikrik@yahoo.com atau add saya di FB: gemi_rikrik..
    Saya sangat mendukung Ekspedisi yang telah dilakukan dan akan dilakukan, baik oleh Mas Didik Raharyono dkk, maupun segenap pecinta alam, juga masyarakat yang telah mendukung pencarian fakta Harimau Jawa yang sangat kita cintai…

  5. ass.. Salam kenal.. Teman2 tolong kbrin w klo ad info update mengenai HARIMAU JAWA.. Tks

    • ya terima kasih, telah mampir ke blog saya,
      semoga dengan menulis, membaca artikel-artikel tentang harimau jawa, bisa menambah kepedulian kita terhadap fauna Indonesia yang banyak mulai punah, tidak terkecuali harimau jawa.

      yah, minimal kita tahu keadaan tentang satwa kita yang satu ini.

      matur nuwun,
      salam persahabatan
      salam Lestari !

  6. yup….di daerah wonosari seperti yang gw denger dari saudara gw yang tinggal disana bahwa penduduk disana sering melihat harimau dan yakin itu adalah harimau jawa, gw mendukung banget penelitian yang anda lakukan dan berharap harta kita ini tidak punah dan dapat dilestarikan.
    semoga sukses bro…..

    • terima kasih atas kunjungan ke “rumah” saya…

      dan etrima kasih atas infonya

      salam persahabatan
      salam LESTARI !

  7. kata bapak saya yg tinggal di daerah KULON PROGO tepatnya di desa klampis nanggulan.dulu para pencari pandan dr desa saya mencari pandan ke perbukitan menoreh yg ada di barat kulon progo. tetangga saya pernah 2 malam berturut turut di kirim kambing oleh si embah(harimau jawa)gara garanya siangnya pas nyari pandan nylametin anak harimau yang kebawa arus sungai yg waktu itu sdg banjir.wallahua”alam….

  8. lanjutkan penelitianya bro, mks anda yang masih peduli dendan satwa langkah

  9. salam kenal mas.saya sangat sangat mendukung setiap upaya pelestarian satwa langka demi kelestarian ekosistem dan warisan ekologi yg sangat berharga. saya penduduk desa tlogopayung, plantungan, kendal yg tinggal di lereng gunung prau yg bersebelahan dg peg. dieng sdh lama tak berjumpa lagi dgn harimau jawa. kalo dulu mungkin sekitar tahn 1940/50-an masih suka berkeliaran di hutan bahkan ke kebun penduduk. semoga harimau jawa msh ada, beberapa rekan yg tinggal di sekitar merapi, pasca meletusnya merapi 2010 melihat adanya sosok harimau jawa meski itupun harus diteliti lebih lanjut.
    lanjtkan perjuangan anda utk melestarikan satwa dan flora langka semoga sukses…

  10. Pokoknya setiap usaha pelestarian alam saya dukung habis2an dah. Maklum aslinya saya org desa yg terpaksa hijrah ke kota demi rupiah. Lihat koran anak’Berani’ terbitan tgl 13 Juni 2011. Hal. 3. Disitu ada artikel ttg ditemukannya jejak yg mirip dgn jejak kaki harimau jawa yg diperkirakan ada 2 ekor. Lokasi penemuanya di dekat bekas rmh Mbah Maridjan di lereng G. Merapi. Mudah2an ini menjadi harapan terbukanya tabir keberadaan satwa terindah yg pernah diciptakan Tuhan ini. Amin.

  11. Bravo Untuk Penyelamatan satwa Langka dan Punah..Saya Konfirmasikan Bahwasanya harimau jawa masih ada di daerah Gunung Lawu Jawa Tengah dan Jawa Timur , tetapi mesti di perhatikan Karena sekarang banyak pembukaan lahan Perkebunan Oleh masyarakat Sekitar , ( Selamatkan Harimau Jawa Yang Di perkirakan Punah Pada Tahun 1957 . Di Tahun 2009 Terakhir Terlihat Harimau Jawa Masih Ada Di area Gunung Lawu Di Perkirakan Di area antara POS 2 – Pos 4 dari Cemoro Sewu , STOP !!! Buka Lahan Perkebunan Lagi di Daerah Gunung Lawu Untuk Menjaga Ekosisitim Harimau Jawa)

  12. di taman nasional meru betiri saya pernah berjumpa dengan induk harimau jawa dengan anaknya yang berjumlah 3 ekor,bahkan saya melihat sampai 30 menit,besarnya kira” 2 kali macan tutul anak”nya masih sebesar anjing kira”sekarang masih ada gak ya soalnya saya kesana tahun 2004.

  13. Bang coba di selidiki di wilayah lereng G.Arjuno via..kec.Lawang Kab.Malang lewat agro wisata kebun teh…informasi: dulu ada tetangga yang memasang saluran air dari sumber air yang ada disana sempat di datangi 1-2 ekor macan loreng ( harimau jawa ) saat mereka membuat perapian dekat tenda sekitar proyek yg dikerjakan.
    itu cerita sekitar thn 1990-an mungkin penduduk sekitar sana juga pernah ada yang mendengar atau melihat langsung desa-nya klo gak salah wonorejo dan wonosari…

  14. Perkenalkan nama saya Ari, dokter hewan tinggal di bogor, bekerja di perusahaan swasta dgn CSR pelestarian harimau sumatera, sy sangat tertarik dengan misteri keberadaan harimau jawa, semoga kita bisa share informasi,… apakah ada forum khusus buat para pemerhati Harimau jawa ?

  15. oh iya, saya jarang OL di FB tapi di twitter dgn akun @Ariclk

  16. Mudah2an memang yg diliat warga itu benar harimau jawa bukan macan tutul yg saya baca di wikipedia juga memang msh ada, miriss sekali klo kita benar2 kehilangaan species terakhir itu taun 1985 gara2 ditembak karena menyerang warga, di taun 80an memang gak ada cara yg lbh baik misal di bius aja, seperti org primitf saja, saya sebagai org bandung yg menjadi icon kan prabu siliwangi harimau jawa trus persib maung bandung tp kenyataannya punah, jd seperti kehilangan identitas, mudah2an di pulau jawa yg luas ini msh ada harimau jawa yg tersembunyi entah di hutan mana, amin

  17. sangat disayangkan apabila harimau jawa benar-benar sudah punah. tetapi mungkin saja hal itu tidak benar, karena setelah dinyatakan punah tidak ada lagi riset mengenai harimau jawa. menurut beberapa petunjuk yang dikemukakan kawan2 sebelumnya ada kemungkinan harimau jawa masih ada, itu kabar baik mudah2an harimau jawa belum punah. dan menurut informasi dari beberapa kawan saya bahwa mereka ada yang pernah melihat harimau di kawasan hutan Gunung Halimun Jawa Barat.

  18. semoga harimau jawa masih tetap ada ,dan belum punah

  19. semoga saja harimau jawa benar benar masih hidup.

  20. Kalau Gunung Raung termasuk titik penyebaran Harimau Jawa, saya mungkin akan percaya bahwa menurut pencari madu di hutan Gunung Raung sering menjumpai Harimau Jawa, Macan Tutul, Macan Coklat. Dan hutan tersebut masih banyak dijumpai Menjangan/Rusa, babi hutan sebagai makanan harimau. Mungkin saya akan gali lebih lanjut informasi awal dari keterangan pencari madu hutan.

  21. Mbok sudah jangan terlalu diekspose, toh kalo sudah punah mau diapain lagi, tapi kalo emang belom mending dibiarin aja, jangan terlalu dibocorin tempat persembunyian mereka, biarin berkembang biak, jangan ada manusia lagi yg merambah habitatnya. Kasian, mereka pasti pindah tempat begitu melihat penampakan manusia, harimau binatang yg sensitif. Kalo anda nyebar2in tempat mereka sembunyi, trus didatengin, mereka pasti tidak nyaman lagi….masak ada macan yg berpikiran, “Oh itu manusia baik2 kok, mereka pake seragam pecinta alam, mereka pasti mau menyelamatkan spesies kita, tenang saja gak usah kemana2!”, what a shame? Tapi terimakasih atas artikelnya, saya sedang cari materi tentang Harimau Jawa, buat bikin film pendek animasi. Sukses selalu buat Macan Jawa.

    • matur nuwun atas komentarnya,

      Benar, semakin terekspos maka bisa jadi keberadaannya akan semakin terganggu.
      Tujuan tulisan ini mestinya untuk menyadarkan bahwa harimau jawa ini (semoga) memang terancam punah, belum punah. Semoga memang masih ada.

      Bukankah jika tahu kita akan jadi mengenal. Ketika sudah mengenal kita akan belajar mengerti, kemudian peduli dan menjaga. Jika tidak tahu dan tidak peduli, ya akhirnya akan semakin punah.

      Ya, semoga Harimau Jawa memang belum punah, dan tetap masih berkembang biak di suatu tempat.

      Semoga manusia pribumi lebih sadar, peduli, dan menjaga. Malu dengan orang asing yang justru lebih peduli.
      Terima kasih. Salam Lestari !

  22. mari kita perbaiki bersama habitat mereka bersama,saya yakin bahwa harimau jawa masih mengawasi kita dibalik rimbunya hutan pulau jawa yang masih tersisa.
    menunggu waktu untuk kembali eksis sebagai pemuncak rantai makanan di pulau jawa.

  23. Sungguh di sesalkan jika keberadaan harimau jawa di nyatakan punah,tp ada informasi dari temanku yang pernah melihat dua ekor macan loreng di daerah hutan cibeber gunung halu kab bandung sekitar bln juni 2012 ketika sedang istirahat setelah offroad malam hari,2 harimau itu menghampiri teman2ku yang sedang membakar api unggun sambil bakar daging kambing

  24. Harimau jawa memang udah punah ……BENAR BENAR PUNAH 100%……biarlah kabar berita itu begitu adanya ……kalo sampeyan sampean masih ngotot mengatakan species tsb masih ada ……INGAT …..banyak pemburu yang antri akan menghabisinya demi sebuah cinderamata alias souvenir ataupun syarat untuk menguasai sebuah ilmu kebatinan…….biarlah dianggap punah ,punah dan PUNAH…..demi kebaikan sang harimau sendiri ……..amiiin …….biarlah alam pulau jawa yang akan menjaganya………

  25. sy yakin di hutan gunung slamet harimau jawa masih eksis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: